Published On: Mon, May 28th, 2018

[TOP 9] Pemain Tim Medioker Yang Bisa Jadi Transfer Menjanjikan

Setiap musimnya selalu saja ada pemain yang langsung bisa memberikan efek masif pada tim barunya. Tidak selalu berkaitan dengan nama besar seperti misalnya Mohamed Salah. Bahkan pemain yang nyaris tidak terdengar sebelumnya karena hanya membela tim-tim medioker seperti Pascal Gross justru juga bisa unjuk gigi.

Gross yang didatangkan Brighton And Hove Albion dari FC Ingolstadt, kesebelasan yang terdegradasi dari Bundesliga pada 2016-2017 lalu, dengan biaya 3 juta Euro justru mampu bersinar di musim debut Premier League-nya. Sumbangan tujuh gol plus delapan assist dari gelandang Jerman tersebut bahkan sukses membuat The Seaguls bertahan di kasta teratas.

Brighton bukan hanya beruntung mendapatkan Gross namun mereka teliti melihat potensi pemain 26 tahun tersebut. Sebelum mendarat di Amex Stadium, Gross adalah pemain Bundesliga paling kreatif musim 2016/2017 dengan 95 peluang tercipta dari kakinya.

Berikut kami rangkumkan daftar pemain lima liga top Eropa yang punya statistik oke bersama tim medioker mereka. Siapa tahu pada 2018-2019 mendatang mereka juga bisa jadi gebrakan baru layaknya Gross.

1. Philipp Max (FC Augsburg)

Walau hanya berposisi sebagai full-back namun daya kreativitas Max dalam membuat peluang tidaklah tumpul. Dari 32 penampilan bersama Augsburg ia sukses membuat total 79 chances. Itu artinya ia lebih unggul dari semua pemain di kasta teratas Jerman kecuali James Rodriguez.

Dibekali dengan keterampilan menjadi eksekutor bola mati, pemain 24 tahun ini juga mampu mencatatkan 12 assist. Catatan Max sebagai satu-satunya pemain yang mampu membuat lebih dari seratus umpan silang dari lima liga top Eropa menjadikannya rekan yang didamba para striker penunggu kotak penalti.

Dalam bertahan si kidal yang satu ini juga tidak kalah apik. 64 dari 84 usaha tekelnya sukses diikuti 42 intersepsi.

2. Frederic Guilbert (SM Caen)

Keberhasilan Caen untuk bertahan di Ligue 1 musim adalah sedikit banyak merupakan buah kerja keras dari Guilbert. Di saat umurnya yang baru menginjak 23 tahun namun ia sudah jadi tulang punggung dari tim yang juga pernah menaungi N’Golo Kante tersebut.

Sepanjang 2017-2018 Guilbert yang berposisi sebagai bek kanan mampu melepaskan 126 tekel bersih dari 176 usaha. Ini membuatnya jadi pemain dengan jumlah tekel sukses terbanyak ketiga di lima liga top Eropa. 87 intersepsinya dari 33 laga Ligue 1 pun mendapatkan predikat serupa.

3. Salif Sane (Hannover 96)

FC Schalke 04 punya rekrutan menarik untuk musim panas ini. Pasalnya mereka baru saja meresmikan pembelian Salif Sane dari Hannover 96. Walau nama bek tengah asal Senegal tersebut belum setenar Jerome Boateng atau Mats Hummels yang sudah punya reputasi di Bundesliga namun ia sama sekali tidak bisa diremehkan.

Tampil di 30 laga, Sane mampu membuat 211 sapuan. Kemampuannya dalam duel udara juga diatas rata-rata dengan 81,7% kemenangan (174) dari 213 percobaan atau yang terbaik di kasta teratas Jerman. Tidak heran negaranya memanggil Sane untuk pergi ke Piala Dunia 2018.

4. Nordi Mukiele (Montpellier)

Pemain bertahan masih jadi idola dalam daftar ini dan Mukiele memang pantas mendapatkannya satu slot. Penampilannya bersama Montpellier musim ini memang sangat menjanjikan di usianya yang baru 20 tahun.

Berposisi asli sebagai defender sentral, pemuda berpaspor Perancis ini mampu membuat 76 kemenangan duel udara dari 110 percobaan dan 69 tekel sukses dari 88 yang dilepaskannya. Kemampuannya dalam memotong serangan lawan via intersepsi juga mengagumkan karena ada 67 buah yang bisa dibuatnya dari 33 laga Ligue 1.

Atas catatan tersebut ia jadi pemain U23 terbaik kedua di lima liga top Eropa dalam hal intersepsi. Bakat versatile juga tampaknya ada dalam diri Mukiele karena beberapa kali ia dipasang Montpellier sebagai bek kanan bahkan gelandang bertahan.

5. Naim Sliti (Dijon/OSC Lille)

Tidak salah keputusan Dijon kala meminjam Sliti dari Lille untuk musim 2017-2018 lalu. Pasalnya winger eksplosif 25 tahun tersebut sukses membuat mereka bertahan di Ligue 1 dengan menyegel finish di

Kemampuan terbaik Sliti yang berkewarganegaraan Tunisia ini adalah dribelnya yang akurat. Musim lalu ia masuk dalam daftar penggiring bola terbaik di lima liga top Eropa usai mencatatkan 88 usaha sukses dari 110 percobaan.

Bagi klub-klub yang meminatinya sebaiknya memulai negosiasi sebelum Piala Dunia dimulai. Pasalnya jika bersama negaranya Sliti tampil memukau di Rusia maka banderolnya bisa jadi selangit.

6. Benjamin Bourigeaud (Rennes)

Bourigeaud boleh dibilang sebagai pemain yang punya banyak kesamaan dengan Gross. Masih cukup muda dengan usia 24 tahun, ia digambarkan Squawka sebagai pemain dengan kreativitas mumpuni, tekhnik eksekusi set-piece yang baik, juga kesiapan bermain dimana saja di lini tengah.

Ia juga menjadi bintang Rennes untuk memperebutkan tiket kompetisi Eropa di 2017-2018 lalu dengan 87 peluang ia ciptakan dari 34 penampilan. Hanya Dimitri Payet, kapten Olypique Marseille, yang bisa melebihi pencapaiannya (113).

Musim lalu ia mampu mengemas delapan gol dan tujuh assist. Semakin mirip dengan Gross.

7. Douglas Santos (Hamburger SV)

Walau Hamburg gagal menghindari degradasi ke Bundesliga II untuk pertamakalinya, musim 2017/2018 ini mereka masih bisa menunjukkan performa konsisten dari Douglas. Bek kiri 24 tahun tersebut menunjuukan display yang selayaknya tidak pantas diganjar dengan turun kasta.

Dari 25 penampilan, pemain yang jadi bagian skuat Brasil pemenang Olimpiade 2014 lalu itu mampu membuat 3,4 tekel sukses per 90 menit atau jadi salah satuyang terbaik di Bundesliga. Ditambah dengan 67 intersepsi dan 37 dribel ia bisa saja mendapatkan klub baru yang lebih mapan di 2018/2019.

8. Leo Dubois (Nantes)

Keberhasilan Nantes untuk finish di papan tengah Ligue 1 di bawah komando manajer Claudio Ranieri bisa saja tidak akan terjadi tanpa jasa Dubois. Di usia 23 tahun ia sudah mampu jadi bintang utama tim dengan bak kapten melingkari lengannya.

Mampu beroperasi sebagai bek kanan dan kiri, ia adalah full-back dengan penciptaan peluang terbaik via crossing dengan 35 buah. Bagi klub-klub Premier League karakter penggawa Perancis U21 ini bisa jadi sesuatu yang begitu diincar.

Sayangnya Olympique Lyonnais sudah bergerak cepat mengamankan jasanya. Mulai musim depan Dubois akan berbaju Les Gones.

9. Gerard Moreno (Espanyol)

Pemain yang bukan dari Barcelona dan Real Madrid seringkali jarang mendapat sorotan layak di La Liga, namun Gerard bisa unjuk gigi di 2017-2018. Striker Espanyol tersebut sukses mengantongi 15.

Di bawah Iago Aspas (2,8) ia adalah pemain non-Madrid dan Barca yang memiliki rataan tembakan per 90 menit terbanyak di La Liga (2,7). Sayangnya mungkin ia tidak akan cocok untuk pindah liga terutama ke Premier League dalam waktu dekat. Pasalnya dua perantau dari ranah Matador terbaru seperti Lucas Perez dan Sandro justru tidak sukses disana. (Sumber: Squawka)

loading...

About the Author

-

Berita Terbaru

[X] close