happistar




 agen bola judi online
Published On: Fri, Aug 17th, 2018

[TOP 10] Skenario Yang Bisa Terjadi Di Premier League 2018-2019

Banyak hal yang tidak bisa diprediksi di sepak bola terutama di Premier League dimana kekuatan para pesertanya lebih merata dan faktor X yang selalu ada. Namun setidaknya setelah melihat apa yang terjadi di bursa transfer musim panas lalu kita setidaknya bisa sedikit mengendus nasib ke-20 klub pada edisi 2018/2019 ini.

Berikut ini Sepakbola.com hadirkan sepuluh skenario yang kemungkinan akan jadi nyata di tengah atau bahkan akhir musim 2018/2019. Salah satunya mungkin menyinggung soal kesebelasan jagoan anda para pembaca.

1. Perubahan bawa Arsenal ke arah yang lebih baik

Arsenal vs Manchester City Unai Emery

Tidak diragukan lagi melihat tidak adanya Arsene ‘Le Professeur’ Wenger di bangku cadangan Arsenal pada musim ini akan terlihat aneh namun bagi The Gunnners mungkin itu akan membawa perubahan positif. Penunjukan Unai Emery sebagai manajer baru memang masih melibatkan perjudian namun setidaknya lebih baik ketimbang terus-menerus dilanda ketidakpastian di era sebelumnya.

Datangnya Emery yang sudah panen trofi di Sevilla dan Paris Saint-Germain akan membuat Emirates Stadium dirasuki ide-ide baru. Lebih ringannya ekspektasi publik padanya ketimbang yang diempab David Moyes kala di Manchester United mungkin bisa jadi kunci sukses bagi arsitek asal Spanyol ini.

2. Fabianski akan jalani musim oke lagi

Harganya yang hanya 7 juta Poundsterling kala dibeli West Ham United dari Swansea City mungkin akan membuat anda meremehkan seorang Lukasz Fabianski. Zaman sekarang nyaris tidak ada pemain berkualitas dengan banderol semurah itu. Jika dibandingkan dengan Alisson Becker yang dihargai 67 juta Poundsterling oleh Liverpool Fabianski hanyalah butiran debu.

Namun tanyakan pada para penggemar Fantasy Premier League soal kualitasnya dan jawaban mengejutkan akan keluar. Sebagian besar dari mereka bisa dipastikan menghormati Fabianski. Pasalnya dalam dua musim terakhir eks Arsenal ini bisa mengemas lebih dari seratus penyelamatan tiap 38 pekan. Itu artinya nyaris tiga save per 90 menit. Membela Swansea pun membuat 9 dan 8 cleansheet-nya jadi wajar.

3. Barisan bak kereta para pemain kala sepak pojok

Di Piala Dunia 2018 lalu Inggris benar-benar mahir dalam memanfaatkan situasi bola mati termasuk sepak pojok. Lewat proses ini The Three Lions mampu mengumpulkan sampai sembilan gol atau yang terbanyak di Rusia. Semuanya berkat strategi ‘baris kereta’ yang mereka terapkan.

Idenya adalah berbaris di kotak penalti sambil menunggu bola dikirim penendang. Saat peluit aba-aba dibunyikan wasit maka ini akan menimbulkan kekacauan karena pemain lawan akan kesulitan menentukan penjagaannya. Mungkin saja skema ini akan jadi tren di Premier League.

4. Burnley berkutat di papan bawah

Musim 2017-2018 lalu Burnley memang luar biasa karena bisa menyegel tiket kualifikasi Liga Europa dengan pemain seadanya. Mereka sempat membuat Arsenal dan Chelsea jadi ‘rival’ mereka dan itu semua berkat kecerdikan manajer Sean Dyche dalam meracik strategi.

Sayang jelang musim padat di 2018-2019 mereka justru tidak banyak menambah amunisi. The Clarets sampai hari penutupan hanya mendatangkan Matej Vydra, Joe Hart, dan Ben Gibson. Tentunya ini tidak cukup dari segi kualitas dan kuantitas. Bisa-bisa karena fokus yang terbagi dan lawan yang makin kompetitif Burnley akan terjebak persaingan di zona relegasi.

5. Benitez selamatkan Newcastle

Beruntungnya Newcastle United. Di saat mereka dimiliki oleh owner sepelit Mike Ashley masih ada Rafa Benitez di posisi manajer. Berkat pria gempal asal Spanyol ini mereka sukses kembali ke Premier League dengan status juara Championship pada 2017-2018 lalu dan bertahan sambil finish di sepuluh besar. Padahal dana dan pemain yang dimilikinya jauh dari kata berkualitas.

Musim ini pun kasusnya masih sama. Ambisi besar Benitez tidak didukung oleh finansial. Akhirnya dengan susah payah uang 20 juta Poundsterling diubah eks pelatih Liverpool itu menjadi tujuh penggawa baru. Dengan otaknya kami yakin Benitez akan kembali menyelamatkan Newcastle.

6. Maddison jadi idola baru

Sampai saat ini mungkin masih banyak yang tidak mengenal siapa itu James Maddison namun ia bisa jadi bintang anyar Leicester City pada 2018/2019. Meski usianya baru 22 tahun namun gelandang serang pemegang jersey nomor 10 ini sudah pamer potensi sejak di Championship.

Musim lalu bersama Norwich City sebanyak 15 gol dari 46 laga mampu dikoleksi Maddison. Akhirnya Leicester pun rela menebusnya dengan harga 25 juta Poundsterling. Bukan tidak mungkin ia jadi Jamie Vardy atau Riyad Mahrez baru untuk The Foxes yang juga diidolakan fans klub lain.

7. Fulham dan Wolves tak sekedar bertahan

Dengan belanja besar mereka pada musim panas ini Fulham FC dan Wolverhampton Wanderers bisa saja mengubah peta persaingan di Premier League. Jika pada beberapa musim kebelakang kita memakai istilah The Big Six sebagai pengganti The Big Four, mungkin tidak lama lagi perubahan kembali terjadi dengan The Big Seven atau Eight.

Yang jelas ketimbang Cardiff City yang juga berstatus promosi peluang keduanya untuk bertahan dan bahkan bersaing lebih tinggi. Premier League yang sudah kompetitif akan makin kompetitif saja karena Fulham dan Wolves.

8. Sarri akan temui kendala di Chelsea

Chelsea cukup beruntung ada Piala Dunia 2018 yang memisahkan musim lalu dengan sekarang karena jika tidak kabar kesulitan mereka mendapatkan manajer baru makin keras tersiar. Ada alasan kenapa pemecatan Antonio Conte dan penunjukan Maurizio Sarri butuh waktu lama sebelum dikonfirmasi.

Belum lagi kebijakan transfer juga sempat terhambat karena baru ada satu pemain yang datang sampai periode Agustus. Saga kepindahan Thibaut Courtois ke Real Madrid juga cukup mengganggu. Semua ini bisa saja menumbuhkan gosip pemecatan Sarri saat memasuki jeda tengah musim nanti.

9. Masih ada kans gagal untuk Liverpool

Musim panas Liverpool berjalan sempurna. Tidak cuma sukses menghamburkan lebih dari 170 juta Poundsterling namun The Reds sukses menemukan keping yang hilang dalam skuat mereka dengan pembelian Naby Keita, Fabinho, Alisson Becker, dan Xherdan Shaqiri. Ditambahkan penggawa yang sudah ada sejak musim lalu maka anak-anak asuhan Jurgen Klopp akan semakin mengerikan.

Namun itu bukan berarti puasa gelar liga selama 28 tahun mereka sudah pasti akan berakhir. Masih ada Manchester City yang jadi favorit untuk kembali menjadi juara. Mungkin Mo Salah dkk bisa memulai era emas mereka dengan memenangi Piala Liga Inggris atau Piala FA dulu.

10. Perpisahan MU dan Mourinho

Berganti klub yang dilatih setiap tiga musim sekali adalah trademark Jose Mouriho dalam karier manajerialnya. Mengingat 2018/2019 adalah musim ketiganya bersama Machester United pastinya fans The Red Devils bisa jadi terkena demam harap-harap cemas nantinya.

Apalagi Mourinho dan pihak petinggi klub tampaknya sudah terlibat perang dingin mengingat musim panas kali ini tidak diwarnai banyak perekrutan hebat. Mungkin hanya Fred dari Shakhtar Donetsk saja yang bisa disebut sebagai pembelian penambah daya kompetitif MU musim ini.

Jika MU nantinya tidak bersaing di empat besar pada periode natal nanti bisa saja The Special One akan didepak. Hanya waktu yang akan bisa menjawabnya. (Sumber: Four Four Two)

loading...

About the Author

-

Berita Terbaru

[X] close
AFAPOKER RGOBET