Published On: Wed, Jan 2nd, 2019

Psikolog Olahraga Itu Bernama Ole Gunnar Solskjaer

Ole Gunnar Solskjaer melanjutkan awal manisnya sebagai manajer caretaker Manchester United, dengan mengalahkan Bournemouth 4-1 di Old Trafford, Minggu (30/12) malam.

Hasil di matchday 20 itu menjadi kemenangan ketiga beruntun Setan Merah di Premier League, lengkap dengan torehan 12 gol. Catatan ini menjadi bukti awal ada sebuah transformasi sepak bola menyerang yang diterapkan Solskjaer.

Tapi sebenarnya Ole lebih menekankan perubahan mindset Paul Pogba dan kawan-kawan ketimbang membongkar aspek taktikal. Hal itu ia sampaikan sebelum lawan Bournemouth.

“Taktik adalah sisi lain tapi kami tidak banyak mengubahnya. Kami hanya meminta pemain untuk keluar dan mengekspresikan dirinya…,” katanya pada Sky Sports.

“…Tugas saya sekarang adalah menyampaikan ke pemain soal mindset, apa yang perlu dilakukan Manchester United sebagai tim saat bertanding.”

Peran psikolog olahraga

Masih ingat, tahun lalu tepatnya akhir Oktober 2017, Manchester United dilaporkan mendatangkan dua psikolog olahraga asal Denmark untuk membantu Mourinho, namanya Carsten Hvid Larsen dan Kristoffer Henriksen.

Langkah itu diambil setelah Manchester United imbang tanpa gol lawan Liverpool, berlanjut takluk 2-1 dari Huddersfield yang baru promosi, atau kekalahan pertama mereka di Premier League musim 2017-18. Itu menjadi salah satu momen awal yang membuat mereka kalah langkah dari Manchester City dalam perburuan gelar musim lalu.

Kini, langkah serupa dilakukan manajemen Manchester United. Usai takluk 3-1 lawan Liverpool (16/12) atau kekalahan kelima di Premier League 2018-19, mereka seolah memanggil psikolog olahraga dalam diri Solskjaer. Bedanya, bukan untuk membantu Mourinho, tapi menggantikannya.

Ole pun menjawabnya dengan bukti. Sejauh ini dia berhasil memanfaatkan statusnya sebagai legenda Manchester United untuk menyentuh psikologis pemain, sebuah elemen yang terlihat seperti benang kusut di periode akhir era kepelatihan Mourinho.

Sebagai informasi, mengutip buku Psikologi Olahraga Prestasi yang ditulis (Alm) Dr. Singgih Dirga Gunarsa terbitan 2004, psikologi olahraga adalah ilmu psikologi yang diterapkan dalam bidang olahraga, meliputi faktor-faktor yang berpengaruh secara langsung terhadap atlet dan faktor-faktor di luar atlet yang dapat mempengaruhi penampilan atlet.

Sementara menurut buku Psikologi Olahraga: Tinjauan Dari Perspektif Keilmuan Dan Aplikasi Dalam Olahraga Prestasi karya Danu Hoedaya (2007), psikologi olahraga merupakan satu dari tujuh sub-disiplin ilmu keolahragaan yang telah berkembang selain sport medicine, sport biomechanics, sport pedagogy, sport sociology, sport history dan sport philosophy.

Nasehat Fergie

Ole Gunnar Solskjaer tampil sebanyak 235 pertandingan selama dilatih Sir Alex Ferguson (1996–2007). [Foto: Sportbible]

Dalam menghadapi tantangan baru ini, Solskjaer mengaku dapat wejangan dari gurunya, siapa lagi kalau bukan Sir Alex Ferguson.

Sejak ditunjuk jadi manajer caretaker Manchester United, dia mengaku menjalin komunikasi dengan sosok yang pernah 11 tahun melatihnya itu.

“Saya cukup banyak berbincang dengannya. Saya tak tahu masukan apa yang dia punya tapi ketika saya dipanggil (manajemen), tentu, saya mengirim pesan ke bos (Sir Alex),” papar Solskjaer dilansir Manchester Evening News (30/12).

“Saya pergi untuk menikmati secangkir teh nikmat di rumahnya dan duduk mendiskusikan beberapa ide. Tak ada yang lebih baik dari pada mendapatkan nasehat darinya.”

Belum teruji secara taktikal

Menurut statistik Opta, kini Solksjaer menjadi orang ketiga yang memenangkan tiga partai liga pertamanya sebagai manajer Manchester United, setelah Matt Busby dan Mourinho.

Tapi figur berusia 45 tahun itu “baru” melewati hadangan Cardiff City, Huddersfield dan Bournemouth. Setelah ini Setan Merah lawan Newcastle dan Reading (Piala FA), tim yang juga tidak selevel dengan mereka dari segi materi pemain.

Tes sesungguhnya bagi Solskjaer adalah 13 Januari mendatang, ketika Manchester United menantang Tottenham Hotspur di London. Di situlah aspek taktikal Ole akan diuji benar, karena harus berhadapan dengan Maurichio Pochettino yang memiliki materi pemain setara.

About the Author

-


[X] close