agen bola judi online
Published On: Tue, Feb 28th, 2017

Edisi Oscar 2017: 10 Pemain yang Kisah Hidupnya Patut Diangkat ke Layar Lebar

Menjadi pemain sepakbola profesional mungkin menjadi cita-cita dari banyak anak kecil di dunia. Namun, tak semua dari mereka berhasil mewujudkan impiannya. Ada juga yang berhasil, namun tak semudah dan secepat itu apabila dibandingkan dengan pemain lain.

Seperti, Cristiano Ronaldo yang telah meluncurkan film dokumenter biografinya, dan juga Pele yang memiliki film yang bercerita tentang kisahnya, sejumlah pemain dengan kisah dan perjuangannya masing-masing layak untuk diangkat ke layar lebar.

Berikut adalah 10 pemain yang kisah hidupnya dapat dijadikan film layar lebar:

10. Nicklas Bendtner

Birmingham City V Nottingham Forest- Sky Bet Championship

Setelah didatangkan ke tim junior Arsenal dari FC Copenhagen, Bendtner sempat digadang-gadang akan menjadi pemain bintang. Namun, sikap dan perilakunya yang buruk membuat dirinya jauh dari kata level top. Tingkah-tingkahnya yang konyol membuat dirinya sering ditendang dari berbagai klub.

‘From Zero to Zero’, mungkin menjadi judul film yang tepat. Dikemas dengan genre komedi tampaknya cocok untuk mengangkat kisahnya.

9. Wayne Rooney

FBL-ENG-PR-MAN UTD-HULL

Kapten dan top skor sepanjang masa Manchester United serta kapten dan top skor sepanjang masa tim nasional Inggris. Kisah Wayne Rooney tampaknya perlu diangkat ke layar lebar mengingat jasa dan kontribusinya di level klub dan timnas.

Hattrick yang menghiasi debutnya bersama United ke gawang Fenerbache menjadi awal bagus dalam filmnya nanti.

8. Francesco Totti

FBL-EUR-C3-AS-ROMA-VILLAREAL

“The Roma Prince”, mungkin adalah judul film yang tepat untuk mengisahkan perjalanan Francesco Totti di AS Roma. Membela AS Roma dari awal kariernya hingga saat ini, membuat dirinya menjadi salah satu pemain yang mendapat banyak respek banyak pihak.

Menjuarai Serie A Italia musim 2000/01 merupakan pencapaian terbaik Totti bersama AS Roma.

7. Paolo Maldini

AC Milan defender Paolo Maldini sits on

Memiliki kisah yang sama dengan Francesco Totti, Paolo Maldini juga hanya berkarier di satu klub, yakni AC Milan. Berbeda dengan Totti yang cukup disukai oleh para fans Roma, Maldini tak disukai oleh semua penggemar Rossoneri. Ia sempat beradu mulut dengan Curva Sud Milano.

Para pendukung garis keras itu menganggap Maldini sebagai pemain yang arogan dan durhaka oleh sebagian mereka yang menganggap berjasa besar atas besarnya nama Milan. Hal ini disebabkan dengan dijualnya tiket final Champions League 2004/05 oleh pendukung garis keras itu dengan harga yang mahal.

“The Rebellion Rossoneri” cocok menggambarkan kemahsyuran karier Maldini dalam 24 tahunnya berseragam merah hitam.

6. Fernando Torres

Bayer Leverkusen v Club Atletico de Madrid - UEFA Champions League Round of 16: First Leg

Menjadi salah satu pemain yang kualitasnya dinilai hanya di bawah duo Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Fernando Torres pernah mendapat nominasi Ballon D’Or pada tahun 2008. Ketajamannya di Atletico Madrid membuatnya diboyong oleh raksasa Premier League, Liverpool.

Kisahnya pun tetap sama di Anfield, menebar ancaman ke gawang lawan di setiap pertandingan yang ia mainkan. Namun berbeda dengan kisahnya bersama Chelsea dan AC Milan yang redup. Torres jarang dimainkan dan sering membuang peluang, walau ia tetap meraih gelar-gelar prestisius seperti Champions League 2011/12.

Kariernya kini kembali pulih bersama klub kesayangannya, Atletico Madrid. Kisah perjuangannya untuk tak menyerah walau sudah dibuang, bisa menjadi inspirasi pemain lain.

5. Radamel Falcao

Manchester City FC v AS Monaco - UEFA Champions League Round of 16: First Leg

Kisah Radamel Falcao datang dari klub Argentina, Rivel Plate. Ia kemudian berlabuh di FC Porto pada tahun 2009. Ia pun menjadi salah satu penyerang terbaik di tanah Eropa, bahkan dunia selama di Eropa. Namun, ketika cedera yang menimpanya pada 2014, kariernya mulai mengalami penurunan.

Dipinjamkan ke Manchester United dan Chelsea oleh Monaco tak membangkitkan kariernya. Bahkan ia jarang mendapat menit bermain di Inggris. Namun, hal itu tak membuatnya menyerah. Kembali ke Monaco, ia kembali menunjukkan ketajamannya.

Kisahnya ini mirip dengan Fernando Torres, namun klub yang memulihkan kariernya bukanlah klub masa kecilnya.

4. Zlatan Ibrahimovic

Blackburn Rovers v Manchester United - The Emirates FA Cup Fifth Round

Tak perlu penjelasan panjang lebar untuk mengatakan bahwa kisah Ibrahimovic perlu diangkat ke layar lebar. Bermain di klub-klub besar Eropa dan terus tampil tajam serta konsisten, serta komentar-komentarnya yang terkadang mengundang kontroversi.

Sudah mengeluarkan buku autobiografinya, kisah Zlatan pasti menarik untuk disaksikan di layar lebar.

3. Ronaldinho

FBL-ITA-CHARITY

Meniti karier dari jalanan Brasil, berangkat dengan bermodalkan talenta ke Eropa, Ronaldinho adalah salah satu legenda hidup sepakbola. Permainannya yang mengundang decak kagum adalah hal yang sedap untuk disaksikan, ketika performanya berada di puncak.

Setelah pindah kembali ke Brasil, Ronaldinho mulai kembali ke dunia malam dan kurang menghormati orang-orang di sekitarnya. Ia pun kalah dengan keadaan dan harus diputus kontraknya oleh beberapa klub.

Cerita hidupnya cukup bagus diangkat ke layar lebar untuk mengingatkan para pemain muda yang telah bersinar untuk tak cepat puas.

2. Jamie Vardy

Leicester City Training and Press Conference

“From Zero to Hero: The Fairytale of Jamie Vardy”

Judul di atas mungkin tepat untuk dijadikan judul film yang akan ditayangkan apabila mengangkat kisah Jamie Vardy. Bertualang dari klub non-liga hingga menjadi juara Premier League 2015/16 bersama Leicester City, kisah Vardy bak Cinderela yang mendapat pangeran.

Dirinya yang juga menolak Arsenal untuk bertahan di klub yang memboyongnya untuk setenar saat ini juga perlu diacungi jempol, walau kini The Foxes tengah terpuruk di liga.

1. Lionel Messi

FC Barcelona v CD Leganes - La Liga

Pemain terbaik sepanjang masa, jika melihat raihan individunya baik bersama klub maupun negaranya. Meraih segudang prestasi individu serta bersama klub, Lionel Messi merupakan (salah satu) pemain terbaik di eranya.

Berawal dari penawaran Barcelona untuk mengatasi masalah hormon pertumbuhannya hingga kini menjadi pemain yang selalu menjadi pembeda di pertandingan, kisah Messi bagus untuk dijadikan inspirasi layar lebar.

Cristiano Ronaldo yang ‘baru’ meraih empat gelar Ballon D’Or saja sudah ada filmnya, Messi kapan?

loading...

About the Author

-

Berita Terbaru