Published On: Fri, Jul 13th, 2018

Sukses Timnas Inggris yang Selalu Nunut Kesuksesan Liverpool

Sejarah mengidentifikasikan sejumlah momentum sebagai penanda dan orang menyebutnya sebagai ”sejumlah kebetulan”. Di level Piala Dunia, benang merah sejarah prestasi Inggris tak bisa dilepaskan sejumlah penanda bagus dari Kota Liverpool.

Kota tersebut memiliki dua klub sepak bola utama, Liverpool FC dan Everton, yang selama bertahun-tahun ikut mendominasi liga domestik.

”Sejumlah kebetulan” dimulai pada 1966, saat Inggris menjuarai Piala Dunia di kandang sendiri dengan mengalahkan Jerman Barat 4-2. Saat itu, di tahun yang sama, Liverpool menjuarai liga dan Everton merebut Piala FA.

Saat itu pula, dalam pertandingan Charity Shield di Goodison Park, kandang Everton, bintang Liverpool FC Roger Hunt dan pemain Everton yang juga memperkuat tim nasional, yakni Ray Wilson, berjalan berkeliling lapangan sembari bersama-sama memegang trofi Piala Dunia.

Momen itu tak pernah terulang dan Inggris tak pernah lagi menjadi juara dunia.

Tahun 1982, Liverpool menjuarai liga. Inggris menembus fase grup putaran kedua.

Namun, sejarah mencatat setelahnya. Tim nasional Inggris bisa berprestasi lumayan bagus saat klub dari Liverpool dan London menjuarai liga domestik. Tahun 1970, Everton menjuarai liga Inggris. Di Meksiko, tim nasional Tiga Singa menembus perempat final. Mereka lolos ke perempat final sebagai runner-up Grup 3 di bawah Brasil kemudian kalah 2-3 dari Jerman Barat.

Tahun 1982, Liverpool menjuarai liga. Inggris menembus fase grup putaran kedua. Ini Piala Dunia pertama dengan 24 tim peserta. Fase grup dibagi dua, yakni putaran pertama dan kedua. Tidak ada babak 16 besar dan perempat final.

Putaran pertama terbagi dalam enam grup yang masing-masing grup terdiri atas empat tim. Semua juara dan runner-up grup diundi kembali dan bertemu dalam putaran kedua yang terdiri atas empat grup. Masing-masing grup terdiri atas tiga tim dan hanya juara grup yang berhak menembus babak semifinal.

Sepanjang turnamen, Inggris tak pernah kalah. Phil Thompson dan kawan-kawan secara meyakinkan menjadi juara Grup 4 di putaran pertama dengan menyapu bersih tiga partai, memasukkan enam gol, dan hanya kebobolan satu gol.

Hanya pemain Prancis, Soler, yang bisa menjebol gawang Inggris dalam kemenangan yang berakhir dengan skor 3-1.

Pada 1986, Liverpool kembali menjuarai liga domestik dan Inggris menembus perempat final dalam Piala Dunia di Meksiko.

Di putaran kedua, Inggris satu grup dengan Jerman Barat dan tuan rumah Spanyol. Bryan Robson dan kawan-kawan berhasil menahan imbang dua tim itu dengan skor 0-0. Jerman Barat lolos ke semifinal setelah menjadi juara grup dengan mengalahkan Spanyol 2-1. Inggris berada di posisi runner-up.

Pada 1986, Liverpool kembali menjuarai liga domestik dan Inggris menembus perempat final dalam Piala Dunia di Meksiko. Di fase penyisihan, Gary Lineker dan kawan-kawan menjadi runner-up Grup F di bawah Maroko, menyisihkan Portugal dan Polandia. Di babak 16 besar, Paraguay dihajar 3-0. Namun, Inggris bertekuk lutut 1-2 di hadapan aksi Maradona saat melawan Argentina di fase perempat final.

Empat tahun kemudian, Inggris berkibar di Italia. Juara liga domestik saat itu Liverpool. Ini kali terakhir The Reds menjuarai Liga Inggris dan hingga 2018 belum pernah melakukannya lagi. John Barnes dan kawan-kawan lolos ke babak 16 besar setelah menjuarai Grup F, meminggirkan Irlandia, Belanda, dan Mesir.

Kemenangan tipis 1-0 atas Belgia sudah cukup mengirim Inggris ke perempat final. Singa Afrika Kamerun tak bisa menghadang dan dilindas 2-3. Di semifinal, Inggris berhadapan dengan Jerman Barat. Pertandingan berakhir 1-1 dan harus dilanjutkan adu penalti. Pemain klub Marseille Chris Waddle dan pemain Nottingham Forest Stuart Pearce gagal mengeksekusi bola. Inggris kalah 2-4.

Di perebutan tempat ketiga, gol David Platt pada menit 81 gagal menyelamatkan Inggris dari kekalahan 1-2 di hadapan tim tuan rumah Italia. Inilah prestasi tertinggi Inggris di Piala Dunia setelah juara 1966.

Setelah itu, prestasi tim nasional Inggris timbul-tenggelam. Industrialisasi sepak bola melalui Premier League tak berdampak signifikan untuk tim nasional. Tahun 1994, saat Manchester United menjuarai liga, Inggris justru absen dalam Piala Dunia Amerika di Amerika Serikat.

Prestasi Inggris membaik saat klub-klub ibu kota mulai menjuarai liga. Tahun 1998 dan 2002, Arsenal menjadi penguasa domestik. Pada tahun itu pula Inggris menembus 16 besar dan perempat final. Tahun 2006 dan 2010, Chelsea menjadi juara dan Inggris lolos ke babak perempat final serta 16 Besar. Tahun 2014, Manchester City menjadi juara. Inggris hanya mentok pada fase grup.

Tahun 2018, Manchester City kembali mengangkat trofi liga domestik. Seberapa jauh prestasi Inggris dalam Piala Dunia di Rusia? Pertanyaan penting sebelum Inggris menghadapi Swedia di perempat final.

Oryza A. Wirawan
Penulis Buku Imagined Persebaya.

 

loading...

About the Author

-

Berita Terbaru

[X] close