agen bola indonesia


Published On: Thu, Apr 6th, 2017

10 Momen Terbaik Konferensi Pers Mourinho

Pria Portugal kelahiran 26 Januari 1963 ini memang sosok yang penuh kontroversi sejak namanya melejit setelah membawa FC Porto secara mengejutkan menjuarai Liga Champions 2003/04. Perangainya yang penuh kepercayaan diri menjurus arogan, senyum yang terkadang penuh aroma sarkastis, deretan prestasi yang membentang dari Inggris, Spanyol, dan Italia, serta kalimat-kalimat yang terlontar dari mulutnya membuat pemburu berita tak kehabisan ide menulis sesuatu tentang dirinya.

Menjadi salah satu manajer terbaik di lapangan hijau sepertinya tidak cukup bagi seorang Jose Mourinho. Ia dikenal sebagai manajer yang gemar mengumbar provokasi dan perang psikologis jauh hari sebelum timnya menendang bola menghadapi lawan. Kemampuan berbicara dalam empat bahasa, selain bahasa Portugis tentunya, membuat pekerjaan meladeni pertanyaan wartawan menjadi seperti sarapan pagi baginya. Bisa dikatakan, meski sering saling melempar kritik, hubungan Mourinho dengan awak media adalah hubungan yang saling menguntungkan.

Sebagai sosok yang mengerti betul cara memanfaatkan momen konferensi pers, Mourinho bertindak seperti aktor di ruang media yang menjadi panggungnya. Anda tak akan melihat satu karakter monoton dari The Special One, karena dia bisa begitu filosofis ketika berbicara soal taktik atau kehidupan di luar lapangan sepakbola, dia akan berlagak seperti badut menggelikan ketika timnya menelan kekalahan, atau dia akan mengucapkan humor segar yang tak akan lekang oleh waktu.

Jadi, mari kita lihat kembali momen-momen terbaik dalam konferensi pers Mourinho dan bagaimana reaksi Anda setelah melihat aksi dan mendengar ucapannya di video-video berikut ini?

1. Menasbihkan Diri Sebagai The Special One

Butuh nyali besar untuk menyebut diri Anda spesial di negeri orang, belum lagi jika ada sosok seperti Sir Alex Ferguson yang sudah sukses membawa Manchester United meraih treble pada musim 1998/99. Tapi, Mourinho datang ke Inggris pada musim panas 2004 dengan status manajer juara Eropa dan dalam perjalanan luar biasanya bersama FC Porto di musim 2003/04, United adalah salah satu tim yang disingkirkan pasukannya. Ia juga membawa FC Porto meraih treble di musim tersebut. Dua belas tahun berselang, trigelar tidak menjadi satu-satunya persamaan di antara mereka berdua karena Mourinho kini tengah berjuang keras mengembalikan kejayaan di Old Trafford.

2. Prostitusi Intelektual 

Selain FC Porto, Internazionale adalah klub yang sukses diantar Jose Mourinho meraih trigelar. Mourinho datang ke Italia pada 2008 setelah memilih mengundurkan diri sebagai manajer Chelsea pada September 2007. Kiprahnya di Italia selama dua musim begitu mengesankan, termasuk dua kali menggondol gelar Serie A bersama Javier Zanetti dkk.

Tapi, prestasi gemilang timnya tak membuat mereka lepas dari kritikan dan tudingan negatif. Inter dan Mourinho kerap dituding diuntungkan keputusan wasit dan itu membuat ayah dari dua anak tersebut murka dan melontarkan frasa ‘prostitusi intelektual’.

“Ada manipulasi intelektual besar-besaran, tapi itu bukan pekerjaan saya. Saya kerja di sepak bola dan saya tidak suka prostitusi intelektual. Ada rekayasa terhadap opini publik, tapi saya lebih suka intelektualitas,” ujar Mourinho pada Maret 2009, saat Inter akan menghadapi Sampdoria.

“Kami hanya melihat satu pertandingan saat wasit melakukan kesalahan terhadap kami dan itu terjadi di Siena.”

3. Wayne Rooney ke Chelsea? 

Mourinho bisa jauh dari kesan arogan dalam banyak kesempatan dan ruang konferensi pers adalah salah satu saksi bisunya. Begitu santainya, seorang jurnalis bahkan pernah mengaku di hadapan Mourinho langsung bahwa dia lah yang telah menciptakan rumor Wayne Rooney akan hengkang ke Chelsea pada Desember 2013. Reaksi Mourinho? Dia hanya tertawa lepas dan meminta jurnalis lainnya untuk bertanya ke jurnalis yang menulis rumor tersebut mengenai kebenaran hal itu.

4. Skuat Chelsea adalah Telur Muda yang Cantik 

Saat kembali ke Chelsea pada musim panas 2013, Jose Mourinho dihadapkan pada tugas berat untuk membawa timnya berkembang dengan baik di masa transisi dengan generasi pemain senior seperti Frank Lampard, John Terry, dan Petr Cech, bersama pemain-pemain muda seperti Eden Hazard dan Oscar.

Mourinho pun mengibaratkan komposisi skuatnya saat itu bagaikan telur muda yang cantik dan masih butuh seorang ibu (arahan) untuk bisa berprestasi.

“Skuat Chelsea seperti telur muda yang cantik. Telur-telur itu butuh ibu, dalam hal ini seorang ayah, untuk merawatnya. Mereka harus dijaga agar tetap hangat selama musim dingin, membawakan selimut dan bekerja untuk mengembangkannya,” kata Mourinho pada September 2013, yang langsung disambut gelak tawa awak media.

“Akan tiba waktunya cuaca berubah, matahari akan terbit dan telur itu akan menetas, siap bertarung di level teratas. Penting bagi pemain-pemain muda untuk tampil dalam laga Liga Champions besok.”

5. Angkat Telepon di Tengah Konferensi Pers 

Performa naik turun United musim ini tak banyak berpengaruh pada gaya santai Mourinho di konferensi pers. Dalam sebuah konferensi pers jelang laga kontra Liverpool pada awal tahun 2017 ini, Mourinho yang tengah memberikan keterangan tiba-tiba dipotong oleh suara dering telepon milik salah satu jurnalis yang digunakan untuk merekam hasil wawancara itu. Tanpa berpikir panjang, Mou malah mengangkat telepon tersebut dan memberikannya kepada jurnalis sang pemilik telepon.

6. Meminta Maaf kepada Schweinsteiger

Saat mantan asisten Bobby Robson di Barcelona ini datang ke Old Trafford pada musim panas 2016, salah satu keputusannya yang paling dikritik adalah menyingkirkan Bastian Schweinsteiger dari skuatnya.

Namun, setelah pemain Jerman itu memutuskan untuk pindah ke MLS pada Maret lalu, Mourinho tak segan mengakui penyesalan mengenai perlakuannya terhadap Basti. Ini adalah sebuah sikap yang jarang ditunjukkan Mourinho di hadapan publik, meminta maaf atas sesuatu yang diakuinya sebagai sebuah kesalahan.

“Dia (Schweinsteiger) adalah pemain yang membuat saya merasa menyesal dengan apa yang sudah saya lakukan kepadanya. Saya tidak akan berbicara mengenai dirinya sebagai pemain atau pemain yang akan saya beli atau tidak, tapi sebagai profesional, sebagai manusia. Satu hal yang saya katakan padanya sebelum dia pergi, saya sudah memperlakukan dirimu dengan salah sekali, jadi saya harus berbuat benar kali ini (melepasnya ke MLS).”

7. Penghargaan untuk Claudio Ranieri 

Claudio Ranieri adalah salah satu musuh bebuyutan Mourinho untuk banyak alasan. Tapi ketika pelatih Italia itu dipecat Leicester City pada Februari lalu, hanya delapan bulan setelah ia berhasil membawa The Foxes menjuarai Premier League untuk pertama kalinya, Mourinho memberikan penghormatan kepada sosok yang pernah dikatainya ‘sudah terlalu tua untuk memiliki ambisi’ tersebut.

Ia menghadiri konferensi pers dengan seragam manajer yang biasanya ia pakai, namun, tersemat inisial CR di bagian dada sebelah kanan. Sepertinya pengalaman identik yang dialaminya bersama Chelsea membuat Mourinho melakukan aksinya kali ini, sembari menyebut bahwa pemecatan yang dialaminya bersama Chelsea hanyalah sebutir kacang ketimbang yang terjadi pada Ranieri.

8. Pandit Anti Chelsea

Jose Mourinho dikenal ulung membentuk opini bahwa timnya adalah tim yang paling dibenci di dunia. Jika menyalahkan wasit sudah umum menjadi senjata utama Mourinho saat timnya menjadi pecundang, ada satu ‘trik’ lain yang ia pernah gunakan, menuding pandit di tv adalah pihak anti Chelsea.

Pernyataan ini terlontar pada perjalanan Chelsea menjadi juara liga 2014/15. Ia menyatakan bahwa minimnya mantan pemain Chelsea yang menjadi pandit di tv membuat timnya memiliki reputasi buruk di atas lapangan hijau. Kala itu ia juga berjanji bahwa ketika ia sudah pensiun sebagai pelatih, ia akan menjadi pandit yang berpihak pada Chelsea.

Apakah sekarang itu masih mungkin, Mou?

Langsung ke 0:23 

9. Mourinho Lebih Khawatir pada Flu Burung

Ada kalanya petikan-petikan wawancara Mourinho mengajarkan sesuatu yang dalam, bahwa ada hal yang jauh lebih penting daripada sepakbola. Seperti halnya konferensi pers pada April 2006, saat ia menyebutkan bahwa virus flu burung adalah hal yang jauh lebih membuatnya khawatir ketimbang persaingan gelar.

“Tekanan? Tidak. Bagi saya yang lebih membuat frustrasi adalah flu burung. Saya serius. Saya sedikit banyak merasa khawatir dengan angsa di Skotlandia. Anda semua boleh saja tertawa, tapi saya sungguh serius. Saya lebih takut angsa dibanding sepakbola. Apa artinya sepakbola dibanding kehidupan?” tegas Mourinho.

Langsung ke 0:42 

10. Membela Paul Pogba 

Untuk urusan membela para pemain yang mendapatkan kepercayaannya tapi malah diserang habis-habisan oleh media, Mourinho adalah orator yang epik. Pembelaannya bisa begitu panjang lebar, sentimental, dan terkadang memberikan serangan balik.

Pembelaannya pada Paul Pogba baru-baru ini juga menjadi berita besar dan videonya bertebaran di media sosial. Ia mengatakan bahwa dunia sudah kehilangan nilai, bahwa bukan salah Paul Pogba jika ia mendapatkan uang lebih banyak dari generasi pesepakbola sebelumnya, dan bagaimana pemain Prancis itu lahir dari orang tua kelas pekerja yang sudah susah payah membesarkan tiga orang anak dan berhak menikmati kehidupan yang layak. Ia juga memuji mentalitas Pogba yang sudah berani mengambil keputusan penting dan menghadapi tantangan besar di usia muda dan cenderung mengabaikan kritik yang ditujukan kepadanya dan tetap fokus pada tugasnya di atas lapangan.

loading...

About the Author

-

Berita Terbaru